Teknologi terkini

  1. Motor Listrik

Seiring berjalannya waktu, Indonesia mulai memiliki kemampuan dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang inovatif. Brand Gesits (Garansindo Electric Scooter ITS) menambah deretan karya anak bangsa yang patut dibanggakan. Anda bisa memesan motor listrik ramah lingkungan ini secara online melalui websitenya karena akan diproduksi secara masal pada tahun 2018, dan akan diluncurkan secara resmi pada tahun 2019. Dengan kapasitas baterai 5.000 wh atau 5kWH, motor listrik ini bisa menempuh 80 hingga 100 km setelah melakukan pengisian baterai selama empat jam. Para pembuat teknologi ramah lingkungan yang juga adalah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November, berhasil membuktikan bahwa Indonesia memiliki peluang dalam melakukan inovasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

  1. Kompor Hidrogen

Seorang pemuda bernama Dede Miftahul Anwar berhasil membuat kompor berbahan hydrogen atau air. Idenya ini berawal dari masalah yang terjadi di kampungnya, Desa Cihambulu, Kabupaten Subang, yaitu langkanya ketersediaan bahan gas elpiji sehingga mempersulit para warga untuk mendapatkan gas elpiji tersebut. Dengan kemampuan Dede, seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang dapat menganalisa masalah serta melihat peluang untuk mengatasi masalah tersebut, maka terciptalah kompor yang memiliki teknologi ramah lingkungan ini.

Perusahaan yang telah dibangun oleh Dede diberi nama CV ENERGON (Energi Olahan Nasional), dan memiliki visi menjadi perusahaan mandiri energi nasional berbasis hidrogen berdaya saing tinggi. Produk ini akan dipasarkan dengan harga Rp 450 ribu dan pengisian gas hidrogen hanya dengan Rp 10 ribu. Jika Anda berminat memiliki salah satu teknologi ramah lingkungan ini, Anda dapat dengan mudah melihat informasi penjualan produk ini di internet. Selain dapat mendukung karya anak bangsa dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan, bahan bakar hydrogen juga jauh lebih efisien untuk digunakan pada keperluan sehari-hari.

  1. Lemari Es Tanpa Listrik

Terkadang umur tidak bisa membatasi seseorang dalam melakukan sebuah perubahan. Hal sekecil apapun bisa menjadi sebuah peluang yang baik dalam menciptakan teknologi ramah lingkungan. Hanya perlu percaya diri serta kesabaran dalam mewujudkannya. Seperti dua siswa SD Al Azhar 14 Semarang yang bisa menjadi inspirasi Anda untuk terus berkarya mengharumkan nama bangsa Indonesia. Lemari es tanpa listrik yang dibuat oleh Arya dan Sanika berhasil membawa medali perunggu setelah mengikuti World Creativity Festival Advanced Institue and Technology (KAIST) Daejon, Korea Selatan tahun 2015.

Ide kedua anak tersebut dibuat menggunakan alat dan bahan yang cukup sederhana seperti box sterofoam, kaleng biskuit untuk menaruh sayur atau buah, pasir dan air dingin untuk menjaga kestabilan suhu dalam sterofoam. Selain dapat mencari sumber informasi dan inspirasi melalui internet, Anda juga bisa menggunakan DBS SE Handbook. DBS SE Handbook dapat mempermudah Anda dalam mempelajari lebih lanjut skema bisnis, deretan inspirasi kisah sukses, dan beragam tips tentang wirausaha sosial. Klik di sini untuk informasi selengkapnya.

  1. Lampu Seumur Hidup

Siapa yang menyangka sebuah bakteri dapat bermanfaat sebagai salah satu teknologi ramah lingkungan. Salah satu contoh nyata yang dapat Anda lihat yaitu terciptanya karya terbaik dari tiga orang mahasiswa dan mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang. Elok Fitriani Tauziat, Nurhasna Fauziyyah, dan M. Alfian Arifin memanfaatkan ilmu mereka di bangku kuliah jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan menciptakan teknologi ramah lingkungan untuk mengatasi krisis energi listrik.

Dengan menggunakan Bakteri Bioluminescence dan alat Biolie, cahaya yang dihasilkan mencapai 10.68 watt untuk menerangi sebuah ruangan hingga 68 meter. Untuk dapat menggunakannya di rumah, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu melalui internet secara teliti karena bakteri yang harus Anda gunakan adalah bakteri pada tubuh cumi-cumi. Lampu seumur hidup akan bertahan lama jika Anda bisa merawatnya dengan memberikan bakteri tersebut nutrisi berupa sayuran yang sudah difermentasi.

Sumber: https://www.dbs.com/indonesia-bh/blog/live-kind/4-teknologi-ramah-lingkungan-karya-anak-bangsa.page

Email

Email adalah singkatan dari Elektronik Mail atau dalam bahasa Indonesia disebut Surat Elektronikmerupakan sarana dalam mengirim surat yang dilakukan melalui media internet. Media internet yang dimaksud bisa melalui komputer atau handphone yang memiliki akses internet. Pada umumnya mengirim surat biasa akan di kenakan biaya ( Membeli Perangko ) namun pada Surat Elektronik hanya dibutuhkan sambungan internet.

Fungsi Email
Email adalah alamat resmi kita di dunia maya. Dengan menggunakan email kita dapat terhubung dalam berbagai kegiatan internet, seperti bergabung di situs jejaring sosial semisal Facebook dan twitter maka saat pendaftaran akan membutuhkan email. Saat ini, Email telah berkembang hingga memiliki fungsi yang sangat beragam. Mengirim file, foto, video dan Chat dengan teman dan keluarga menjadi lebih mudah.

Sejarah Email
Sebelum internet digunakan secara luas, Email telah lebih dulu digunakan. Pada waktu itu Email sangat sederhana, pengguna komputer hanya meletakkan surat kepada pengguna komputer lain. Email hanya dapat dikirim dan diterima oleh satu jaringan komputer dalam rangkaian LAN ( Local Area Network ).
Sekitar tahun 1971, Seorang programmer Amerika, Raymond Tomlinson mulai menggunakan simbol @ sebagai pemisah antara user id dan domain. Mulai sejak itu, nama_user@nama_komputer menjadi standart penggunaan Email. Kemudian John Vital menemukan sebuah software untuk pengaturan Email pada tahun 1975, beberapa tahun kemudian, Email menjadi populer dan telah memenuhi lalu lintas Internet.
Eudora adalah salah satu program email pertama yang dapat digunakan secara komersial pada saat itu, dikembangkan Steve Dorner pada tahun 1988. Kemudian pada tahun 1991, bersamaan dengan penemuan WWW ( World Wide Web ) oleh Tim Berners-Lee, Email mulai tersedia luas dan dapat diakses secara gratis dengan tampilan antas muka yang lebih ramah. Beberapa penyedia layanan email gratis adalah Yahoo, Hotmail dan Gmail.

Cara Membuat Email

Saat ini banyak penyedia Email gratis, seperti Yahoo, Hotmail dan Gmail. Sebagai contoh, SoloZinememberikan tutorial bagaimana cara membuat Email di Gmail. Simak selengkapnya :
Silahkan Anda mengunjungi http://mail.google.com/?hl=id‎ Maka Anda akan di suguhkan halaman login Gmail.

Halaman Login Gmail

Silahkan Anda klik pada tombol merah Buat Akun. Maka Anda akan diarahkan di halaman isian form untuk membuat akun google.

Form Pendaftaran Akun Google

Selanjutnya isi Form pendaftaran Hingga terisi semua. Untuk isian form Alamat Email Anda Saat Ini bisa di kosongkan. Jangan lupa centang pada persyaratan layanan dan kebijakan privasi. Kemudian klik Langkah berikutnya. Anda akan di arahkan dalam halaman profil Goofle+.

Bagaimana Anda ditampilkan di google+

Silahkan Tambahkan foto, jika sudah selesai klik Langkah berikutnya. Maka Anda akan dibawa ke halaman selamat datang. Selanjutnya klik Lanjutkan ke Gmail. Dengan begitu Anda telah memiliki alamat Email di Gmail.
Sebagai catatan, Dengan membuat Akun Google maka Anda otomatis memiliki akses akun ke berbagai jaringan Google seperti Gmail, Blogger, Youtube, Google+ dan lainnya.

Sumber: http://www.solozine.com/2013/10/apa-itu-email-sejarah-fungsi-dan-cara.html?m=1